← Semua proyek 02 · Digitalisasi layanan publik

Desa Tulusbesar

Website profil dan layanan administrasi desa, dari riset sampai serah terima.

5 halaman · 4 dusun · manual book

Peran Project Lead · Frontend · UI/UX · Backend Tim 8 orang Periode Juli — Agustus 2026
Laravel Filament Tailwind WebGIS Docker
Desa Tulusbesar — Digitalisasi layanan publik
6.543 Jiwa terlayani
4 Dusun terpetakan
8 Anggota tim
1 Serah terima resmi
Peran
Project Lead
Tim
8 orang
Durasi
2 bulan
Status
Live & diserahterimakan

Konteks & masalah

Desa Tulusbesar punya 6.543 jiwa di empat dusun. Informasi tersebar di papan pengumuman dan grup pesan, dan warga harus datang ke kantor hanya untuk menanyakan syarat administrasi. Potensi wisata dan UMKM belum punya etalase digital.

Peran & tanggung jawab

Saya memimpin tim delapan dan memegang ruang lingkup, pembagian kerja, serta hubungan dengan perangkat desa. Saya juga mengerjakan frontend, rancangan UI/UX, dan sebagian backend.

Perencanaan

Kami mulai dari wawancara perangkat desa, lalu mengurutkan temuan menjadi tiga lapis: wajib sebelum serah terima, penting tetapi bisa menyusul, dan ide lanjutan. Timeline disusun mundur dari tanggal serah terima dengan cadangan satu minggu.

Koordinasi

Tim dibagi per alur — konten desa, antarmuka publik, panel admin, peta WebGIS — dengan satu penanggung jawab per alur. Saya satu-satunya penghubung ke perangkat desa agar tidak ada permintaan yang bertentangan.

Pemantauan progress

Pemantauan lewat uji coba langsung bersama perangkat desa. Tombol yang tidak dipahami, istilah yang terasa asing, dan alur yang terlalu panjang langsung menjadi daftar perbaikan berprioritas.

Serah terima

Selesai berarti perangkat desa bisa mengelola kontennya sendiri. Kami menyiapkan manual book, pelatihan singkat, dan dokumen serah terima; situs live di tulusbesar.com.

Risiko & penanganan

Risiko Kebutuhan perangkat desa berubah setelah melihat hasil awal.
Penanganan Ruang lingkup dibagi tiga lapis dengan buffer satu minggu sebelum serah terima.
Risiko Konten dan foto desa belum tersedia saat pengembangan dimulai.
Penanganan Alur konten dipisahkan dari alur teknis agar pengembangan tidak menunggu materi.
Risiko Perangkat desa kesulitan mengelola konten secara mandiri.
Penanganan Panel admin dibuat sederhana, dilengkapi manual book dan sesi pendampingan.

Hasil

  • Website live di tulusbesar.com dan digunakan sebagai kanal informasi resmi desa.
  • Layanan administrasi dapat dilihat dan diunduh warga tanpa datang ke kantor desa.
  • Potensi wisata, budaya, dan UMKM desa punya etalase digital, termasuk peta WebGIS.
  • Sistem diserahterimakan resmi bersama manual book agar desa mandiri mengelola konten.

Yang akan saya lakukan berbeda

Audit setelah rilis menemukan dua cacat yang lolos: tombol unduh dokumen menampilkan pesan "File fisik belum ada di server", dan kategori dokumen masih memuat data uji. Pelajarannya jelas — saya menguji alur sebagai pengembang, bukan sebagai warga desa yang membuka situs dari ponsel dengan koneksi lambat. Ke depan, daftar periksa rilis akan saya susun dari sudut pandang pengguna akhir dan dijalankan orang yang bukan pembuat fiturnya.

Artefak

Dokumentasi direkonstruksi dari arsip proyek untuk keperluan portofolio.